Myself

Sepasang Sandal Jepit

Camera 360
sok-sokan bikin foto ala prewedding mumpung lagi ‘bulan madu’, tapi malah geli cekikikan sendiri.. gak romantis blas 😀

“Mbak, coba bikin postingan soal menjaga romantisme dengan Pak Sutisna, yah. Kalian udah nikah lama, dan kuliat hubungan kalian hangaaatt sekali. Bagi tipsnya, yaaa…” ini kata Fitri sang Baginda Ratu dalam GA perdana dalam rangka ultah pertama blogku di blogspot. Gak tau deh ini ngetes atau nanya beneran 😀 Gak salah nih Fit? Setauku pasangan romantis itu kalian deeh… Siapa yang pas anniversarian dapet kiriman rangkaian bunga segeda gaban (yang pasti bikin iri cewek-cewek seruanganmu)? Siapa yang saling komen dengan kata-kata mesra di fesbuk? Siapa yang sering foto-foto mesra berdua? Kalian deeh… Kebalik kan? Harusnya aku yang nanya apa kiat-kiatnya kok malah aku yang ditanya…

Kalau romantisme biasanya dilambangkan dengan bunga, merpati, atau gambar hati love-love, mungkin romantisme kami ini cukup digambarkan dengan sandal jepit. Ya tapi jangan sandal jepit Swallow lah yaa… sandal jepit Fitflop dong ah biar kerenan dikit hahaha….

Kenapa sandal jepit?

Karena aku tanpamu bagaikan sandal jepit hilang sebelah.. tidak bisa berfungsi sempurna, tidak berarti apa-apa. (Cieeeeh….. udah romantis belom kalo kaya gini?) 😀

Haduh beneran deh bingung kalau harus nulis romantis-romantisan…

Sekitar tahun 2000-an awal, aku bersahabat dengan dua orang teman di kantor, sebut saja namanya Eva dan Susi. Kami bertiga ini seumuran, seangkatan di sekolah, dan sama-sama berada di tahun-tahun awal pernikahan dan memiliki 1 anak balita. Jadi ya gampang nyambung kan ya.. Suatu hari, ketika ngobrol berdua dengan Eva, Eva memberitahuku bahwa Susi sering curhat padanya, katanya Susi ini iri denganku. Hah, iri? Iri kenapa? Katanya Susi ini iri melihat keakrabanku (keakraban katanya… bukan kemesraan 🙂 ) dan suamiku. Kata Susi ke Eva, “Mereka itu setiaaap hari telpon-telponan, dan ngobrolnya lama. Padahal kan tiap hari juga mereka ketemu Va.. Tapi adaa aja yang diobrolin, kaya ke temen gitu. Aku pengin kaya gitu Va, tapi kok gak bisa ya. Sungkan sama suami, jadi ya ngobrolnya yang penting-penting aja.”

Aku bengong… Hiks… Padahal aku ngobrol di jalan via telepon itu karena di rumah rasanya gak sempet ngobrol sama suami, sibuk ngurusin anak (yang baru satu!) dan ini itu. Eh iya, Susi ini rumahnya searah dengan rumahku, jadi tiap hari berangkat dan pulang bareng semobil, dan tentu saja mendengar obrolan-obrolan gak pentingku dengan suami.

Dari cerita Eva itu aku mengambil pelajaran penting, bahwa komunikasi yang lancar dan rasa nyaman bersama pasangan itu adalah hal berharga yang harus dijaga. Gak semua pasangan memilikinya atau mau mengusahakannya. Pelajaran berumah tangga yang kuperoleh di tahun 2000-an itu kuterapkan terus sampai sekarang. Berkomunikasi layaknya teman (tapi mesra 😉 ), jujur dan terbuka gak pakai jaim-jaiman, ngomongin apa saja, hal penting maupun gak penting, hal membanggakan maupun memalukan, membahagiakan maupun menyedihkan dll dsb.

Ya abis kalo gak diomongin sama suami, hal-hal yang gak boleh diobrolin sama orang lain mo diomongin sama siapa? Kan sebagai perempuan hasrat ngomongin segala hal ini harus disalurkan toh? Ngomongin hal membanggakan (dan dengan nada bangga) ke orang lain ntar dikira pamer dooong..  Trus ngomongin si ini begini si itu begitu ke orang lain ya gak boleh dong ntar jadinya ghibah. (Eh kalo ngobrolnya ke suami doang tetep disebut ghibah gak sih? Kan diobrolin maksudnya untuk diambil pelajaran.. *ngeles).  Jadi, ya suami lah sasarannya hahaha… (Bersabarlah para suami mendengarkan ocehan istri yang gak ada habis-habisnya yaa…)

Gambar
Untuk orang yg kalem dan pendiam, foto selfie dan kalimat seperti ini pasti gak bisa diupload ke media sosial, hanya bisa dikirim ke istrinya kan? hahaha… ampun Paaa…. fotonya diupload di blog yaaa….

Tentang rasa nyaman bersama pasangan, di acara pengajian di kantor yang diisi oleh Teh Mimin Aminah dari Lembaga Pelatihan & Konsultasi Keluarga Cahaya Islam dijelaskan bahwa apabila seseorang merasa tidak nyaman dengan pasangannya maka dia berada dalam posisi rawan selingkuh. Dan 86% perceraian yang ditangani lembaganya, disebabkan karena perselingkuhan. Huaaa… amit-amit…

Nah salah satu contoh gak nyaman bersama pasangan yang disampaikan oleh Teh Mimin adalah ketika seseorang lebih asyik dengan gadgetnya daripada ngobrol dengan pasangannya. Wak waaw…. Dan contoh lainnya adalah orang yang lebih suka menghabiskan weekend bersama teman-temannya dari pada bersama keluarganya. Mancing, touring, menikmati hiburan sendirian, dll dsb sengaja menghindari kebersamaan dengan pasangan yang akhirnya komunikasi dengan pasangan semakin jarang, bersama pasangan semakin tidak nyaman.

Apa tujuan menikah? Pengin bahagia kan? Salah satu ciri rumah tangga yang bahagia adalah adanya rasa aman, tentram, dan nyaman saat bersama pasangan. Seperti yang dijelaskan dalam QS Ar Rum 21 yang sering dikutip di undangan-undangan nikah itu… agar kamu merasa tentram, dan Dia menjadikan diantaramu rasa kasih dan sayang. Merasa kurang bila tidak bersama pasangan dan merasa sempurna bila bersama pasangan, ibarat sandal yang harus selalu sepasang. (hihi ternyata mengibaratkan diri sebagai sandal nyontek dari Teh Mimin…)

Aku suka perumpamaan sandal ini karena menurutku pasangan itu gak harus sama minatnya, sama hobinya, sama sifatnya, yang penting sama tujuannya. Pasangan itu bukan kanan dan kanan kan, melainkan kanan dan kiri. Perbedaan kultur, cara berfikir, hobi, dll tidak menjadi masalah berarti, malah membuat kami saling melengkapi. Suamiku lahir dan dibesarkan dengan kultur Sunda di kota besar Jakarta, sedangkan aku lahir dan tumbuh di sebuah desa di kota kecil dengan kultur Jawa. Logika dan cara berfikir suamiku cenderung ‘anak IPS’, logika dan cara berpikirku ‘anak IPA’. Suamiku pendiam, aku agak pendiam. 😀 Suamiku gak romantis, aku eh kok curcol hahaha…

Ya, gak ada rangkaian bunga di hari jadi pernikahan kami, gak ada kejutan (kado maksudnya haha…) dan seremoni di hari ulang tahunku (pernah sih… tapi jarang <- curcol lagii), gak ada surat cinta dengan rangkaian kata-kata indah di inboxku, tapi selalu ada telinga yang mendengar keluhku, ada sabar yang menampung ruwetku, ada keikhlasan dan tenaga bantuan untuk ururan domestik, dan ada doa yang aku yakin dipintakan untukku.

Mengutip perkataan Om Squ:

“Gak semua suami romantis bak di film drama, gak semua suami ngerti semua yang dimaui istri kala istrinya cuma diam tapi pengin suami ngerti (kecuali suaminya seorang dukun). Para suami itu tau, care, dan memperhatikan hal-hal kecil yang dilakukan istrinya untuk keluarga, tapi mungkin gak terucap. Gak semua suami bisa menulis merangkai kata. Gak semua suami bisa spontan bertutur indah, merangkai kalimat untuk menyatakan cintanya. Mungkin kikuk, tak biasa. Mungkin hanya dipendamnya dalam hati, lalu diganti doa untuk istrinya, dalam sujud malamnya…”

Eh tapi sesekali romantis juga deng….. ini beberapa contohnya yang sempet dicapture.

Gambar
status BBMnya yang bikin ‘uhuk uhuk’
Gambar
jadi, aku yang gak romantis ya?

Dan ini yang terbaru, notification facebookku kemarin pagi.

Gambar

Sudah sudaaah…. kok malah pamer kemesraan. (Pamer tanda tak biasa 😀 )Tipsnya mana? Ah tips mah cari di google aja yaaa…

Advertisements

50 thoughts on “Sepasang Sandal Jepit”

    1. romantis banget? hihihi… masa siih…. *tersipu2 😀
      sederhana ya.. yang penting nyaman. dan tiap pasangan punya cara yg berbeda untuk membuat rumah tangganya nyaman.

  1. aww aww…senyum2 sendiri bacanya, sweet banget sih mba tituk…beneran ikutan ngiri jadinya,..semoga pamer kemesraan terus yah mba 🙂 *langsung kirim postingan ini ke suami* :))

    1. ih yang sweet2 itu jarang2 diaan… makanya discreencapture dan dipamerin hahaha… kalo udah sering mah biasa aja kali gak pamer-pamer :))
      doain tetep mesra ya.. gak cuma pamer2 doang 😀

    1. Betuul….
      Tapi kita2 perempuan ini kok standar romantisnya terbentuk oleh dongeng2 atau film2 yg ditonton hihi… bunga, puisi, candle light dinner… dll dsb.

  2. Aiiiiiiiiiiiiiihhh.. iriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii..
    Suamiku juga enggak ada romantis-romantisnya, Mbak. Makanya kalo tau-tau dia pulang terus nyodorin benda-benda kecil warna pink atau sebatang s*lverque*n kesukaanku, walaupun dia ngasihnya tanpa ngomong apa-apa, rasanya udah terharu banget, hihihi.. *lebay lebay lebay*
    Mesra terus ya, Mbak 😉

  3. Aihhhhh.. itu dari DP-DPnya romantis banget tau, mb..
    Kata2 kutipannya itu sih bener ya, mb.. Tapi tapi tapi kan.. klo sesekali dikasih kata2 indah, atau dikasih surprise, atau kado ulang taun gitu kn boleh ya.. Haha.. Ini curhatan seorang istri yg suaminya selalu lupa hari ultahnya. :)) . Yg penting, gak pernah lupa buat selalu mendoakan istrinya y, mb.. *menghibur diri*

    1. DP2 lama ituu… duluuuu pas awal2 punya bb jd msh sering gonta ganti dp dan status.. kontaknya juga paling cuma belasan orang hihi…
      Nah itu… kayanya emang bener ya, standar romantis kita itu terbentuk oleh dongeng2 dan film2.. jadi ya seperti di film deh penginnya hihi…

  4. Mba, sebel aaahhh! Pantesan di feedly gak apdet blognya, taunya udh pi dah kesiniii! *salah sendiri kuper hahaha*
    Ih sebel juga deh, ini romantis bangeeeettt! Bikin ngakak foto selfie dan status bbmnya itu, kereeennn aku jd iriiii, pdhl nikah br kemaren sore. Hiks suamiku jauuuuuhh bgt dr romantis 😦
    Dia mah paling anti mejengin mukaku di medsoc ato bbm. Sedih ah aku, sebeeeellll 😥

    1. Puk puk fenti… hahaha….
      Tahun2 awal pernikahan itu kan tahun2 penyesuaian, aku dulu malah sering berantem hihi… ribut hanya krn hal2 sepele. Nangis. Trus pagi2nya bingung nyari kompres buat mata biar gak sembab.. kan malu kalo sembab ketauan sm temen2 kantor hahaha…
      Dan cara romantis orang beda2 kok… jadi ya kalo bagiku hal2 sepele kaya gitu aja udah bikin happy banget.. dan dipamerin :p #norakbiarin

  5. Mbaaaaak ahahahahahaa aku ngikik malam malam bacanya, lucu banget sih apalagi yang foto ganteng ituuuuu dan aku seneng banget perumpaan sendal jepit itul. Berbeda tapi tujuannya sama dan bareng-bareng kaaan. Ah aku sukaaaa bacanya, dan bisa relate bacanya terlebih karena Edi ya tipikal minimalis akut soal romantis ya. This is romantis yang poll dalam versiku deh. Yang pujiannya bikin melayang yaaaa, ihihi Edi bikin status kayak gitu aja di bbmnya padahal kontaknya cuma 3 orang , aku bahagia banget. (kayaknya seperti yg kau bilang, karena jarang jadi hati melayang layang). Bener mbak komunikasi itu paling penting, yang oke buat pasangan lain belum tentu oke buat kita dan sebaliknya. Dan yesss, itu harus diusahakaaaaan . Semoga makin mesra ya , Mbak. Semakin lama pernikahannya semakin manis dan semakin nagih ahahaha *towel lesung pipitnya* Btw itu si papa marah nggak itu dipejeng sini? Aku harus ijin dulu kalo yg begitu ahahaha dan sering gak lulus sensor padahal mau pamerrr, as you said karena jarang kan harus dipamerin ya ahahahahaahahaha

    1. Aku gak ijin dulu main pasang aja fotonya haha… pas aku kasih linknya dia cuma bales pk emoticon tutup mata sama pentung/palu hihi..
      Ih itu sama ndang.. kontak bbm suamiku juga cuma belasan orang aja 😀 jadi ya wajib dipamerin hahaha….
      Dan tiap hari dibekelin jus tumben2 kan bilang jusnya enak (di socmed) padahal jus yg kubikinin hari itu jus stroberi apel dan WORTEL hihi… sengaja gak kubilangin ada wortelnya soalnya suka pd gak mau minum klo pk wortel 😀 makanya pas dia tulis begitu jd agak2 merasa bersalah hahaha…..

  6. aku curiga kalo pak Tisna baca jurnal ini trus nanti sampe rumah langsung protes, trus besoknya tetiba foto selfienya di delete, Aiiiibbbb, mamaaaaaa…! huahaha…
    Kalian beda berapa tahun sih, mbak? Beneran deh, aku liatnya kalian itu akrab bener macem sohib lama yang udah “I know you well, and you know me well too” jadi tak perlu banyak ngomong gitu deh… 🙂
    Perumpamaan sendal jepit itu aku suka, dan setujuuuuu suami itu sohib yg paliiinggg terpercaya. Pada beliau kita bisa obrolin apaaaa aja, nyinyirin siapaaaa aja, nggak perlu takut beliau bakal bocor kemana-mana, hahaha…

    1. Kami beda 3 tahun 3 bulan… kaya sohib lama? Iya laah… udah sahabatan 16 tahun 🙂
      Bener ya, tenang klo ngegosip sm suami, yakin gak akan bocor ke mana2… tp klo dia yg cerita ke aku, kadang2 bocor sih dikit.. dikiiit… 😀

    1. eh Om Squ nyampe ke sini juga… aku baru ijin ngutip setelah 3 hari diposting, hihi maapkeun… dan terima kasih 😀
      yang punya foto selfie gak marah kok… karena dia tau yang baca blog istrinya cuma dikit, dan bukan orang2 yang kenal dia 🙂

  7. cuit cuiiittt…. ada sepasang sandal jepit fitflop di siniii….
    romantis abiiis deh Mbak.. semoga makin sakinah mawaddah wa rahmah ya.. persahabatannya kekal dunia akhirat..

  8. Awww… Sukakk banget postingan yg penuh cinta sprti ini.. Apalagi yg sudah lamaaa usia pernikahannya kan makin nyes nyes gimana gituu mba Tituk 😀

    Kok py jadi kepo sih mba pengen add fb nya..hahaha :p Mesra terus yah Nyonya Sutisna dengan Tuan Sutisna nya… 😀

    1. Kalian juga mesra looh… ayo dong segera diresmikan.. cowokmu romantis banget looh…
      Fesbukku udah jarang kuapdet kook… udah sibuk di IG sm blog 😀

    1. hai puteri, atau ami, atau rilis… terima kasih banyak sudah berkunjung ke blog newbie ini 🙂
      kalo jarang diromantisin pas sekali2 romantis (padahal cuma sedikit heheh..) udah seneng banget yaa… 😀

  9. waaaaaaaaaaaaaaaahhhh romantisnya……
    uhuk..uhuk….

    kalo aku mbak…
    suamiku romantis banget…tapi akunya getek kalo diromantisin…
    dan aku juga tipikal yang kaku abis…gak ada romantis-romantisnya
    makanya misua suka protes
    hehehehe….

  10. Salam kenal Mbak Tituk.. x)
    suka deh analogi sandal jepitnya. sederhana tapi bener bangeets..
    aku juga sama suami sebetulnya gak punya minat yg sama dia suka seni aku suka hedon.. *loh*
    Tapi emang bener yah yg penting komunikasi, saling mengerti… dan mudah2an keadaan yang indah *tsaahh* ini bisa bertahan sampe kakek nenek nanti, konon katanya kita harus cari pasangan yang bisa diajak ngobrol, karena kalau udah tua nanti dan kita gak bisa apa-apa, kita cuma bisa ngobrol.. sampai mati.. hihihi

    1. salam kenal juga…. aku udah sering loh mampir di blogmu, dan udah pernah komen juga deh kayanya :))
      ih bener juga ya.. makin yakin deh bahwa enak diajak ngobrol itu penting banget… iya juga sih,, saat anak2 sudah dewasa, meninggalkan rumah, dan tinggal kami berdua di rumah, mo ngobrol sama siapa lagi? dan kebayang kalo gak bisa ngobrol asyik… uhh.. amit2 yaa….

      1. iya Mbak akupun inget link blognya Mbak Tituk, apalagi sering liat di mensyen2 blog sama IG nya kak Sondang sama Mbak Fitri.. *ketahuan ya diem2 merhatiin hahaha* tapi aku ga berbahaya kok mbak, beneran..

  11. Kalau menikah sudah lama, suami berasa jadi sobat sejati yaaa..
    Teteh inshaAllah 19 thn bulan September ini.

    Ukuran romantis mah beda2 ya Teh Nyonyasutisna yg lg ganteng 😀

    Semoga bahagia dan roekeon2 sampai paketrok Iteug..aamiin.

    1. Waaah… 19 tahun… alhamdulillah ya teh.. mudah2an terus sakinah mawadah wa rahmah… aamiin…
      Btw paketrok iteug itu artinya naon? Hihi.. 17 tahun tinggal di bandung tp bhs sundanya msh level pemula 😀

      1. Aamiin… Doa yg sama buat teh Tituk…

        Paketrok iteuk teh, menyiratkan kalau sudah aki nini pada pakai tongkat, nanti saling tuk tok tuk tok jalan berduaaa… Atau bisa saling takol dan main pedang Iteuk/tongkat…aahh yg terakhir mah abaikaaan 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s